For International guest, you can translate this web page just click on your
country flag below, thanks:
PERMASALAHAN DAN SASARAN
1. PENDAHULUAN
Berdasarkan Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang "Pemerintahan Daerah" dan
Undang-undang No.18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi" dalam waktu
desentralisai saat ini pelaksanaan kebijakan publik
berfokus pada operasi di setiap daerah (propinsi / kabupaten ) yang memungkinkan
mereka untuk mengatur sendiri prioritas kebutuhan infrastruktur dan jasa
konstruksi. Oleh karena itu Daerah / Pemerintah Provinsi sangat diharapkan dalam
waktu dekat untuk memiliki kapasitas lebih kuat dalam bidang teknik.
Dalam rangka memantapkan kestabilan sarana perhubungan lalu-lintas angkutan
darat yang sangat penting artinya bagi pembangunan nasional, sebagai perwujudan
nyata terhadap pelayanan jasa distribusi yang meliputi jasa angkutan dan jasa
perdagangan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, oleh karena itu sistem
jaringan jalan dan jembatan yang merupakan hal yang utama untuk dijaga kemampuan
daya layannya.
Jembatan yang merupakan bagian dari jalan sangat diperlukan dalam sistem
jaringan transportasi darat yang akan menunjang pembangunan nasional di masa
yang akan datang. Oleh sebab itu perencanaan, pembangunan dan rehablillasi serta
fabrikasi perlu diperhatikan seefektif dan seefisien mungkin, sehingga
pembangunan jembatan dapat mencapai sasaran umur jembatan yang direncanakan.
Para pemerhati Jembatan Indonesia yang terdiri dari Kalangan Pemerintahan,
Akademis, Perencana, Pengawas, Pelaksana, Fabrikasi dan Supplier turut terlibat
dan bertanggung jawab atas pembangunan jembatan yang efektif dan efisien.
Sehingga sistem jaringan jalan dan jembatan yang mantap sesuai dengan tuntutan
zaman dan perkembangan teknologi dapat dicapai
2.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI JALAN
Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang terdiri dari pulau-pulau besar
dan kecil yang berjumlah sekitar 17.000 pulau. Dengan memperhatikan kondisi alam
Indonesia yang berupa pulau-pulau dengan bukit-bukit, pegunungan dan
sungai-sungai besarnya serta kondisi tanah lunak (rawa-rawa & gambut) yang
tersebar diseluruh kepulauan Indonesia, sehingga untuk memantapakan sistem
jaringan jalan masih banyak diperlukan pembangunan & rehabilitasi jembatan
sesuai dengan perkembangan teknologi.
Pembangunan jembatan di Indonesia pada dekade 70 dan 80an lebih didominasi
dengan teknologi bangunan atas standar seperti tipe rangka baja, gelagar
komposit dan balok beton pratekan segmental. Spesikasi pembebanan jembatan yang
digunakan pun masih menerapkan perbedaan kelas beban.
Kebijaksanan dibidang jembatan tersebut pada saat itu merupakan pilihan yang
tepat mengingat kebutuhan akan pembangunan jembatan yang komprehensip sangat
mendesak agar dapat menghubungkan bagian-bagian daerah di Indonesia yang belum
terjangkau dengan prasarana jalan.
Kebijaksanaan ini juga didukung dengan kenyataan bahwa dari 88 ribu jembatan
yang ada di Indonesia hampir sebagian besar melintasi sungai kecil. Untuk ruas
jalan nasional dan provinsi saja memiliki sekitar 32 ribu jembatan dengan
panjang total sekitar 54 ribu meter. Jumlah jembatan yang melintasi
sungai-sungai dengan lebar lebih dari 100 meter kurang dari 2%. Ini menunjukkan
bahwa kebijaksanaan penggunaan bangunan atas dengan tipe dan panjang standar
harus lebih diprioritaskan untuk mempercepat program penanganan jaringan jalan
secara nasional.
Namun demikian, perkembangan teknologi pembangunan jembatan di Indonesia bukan
berarti tidak mengalami peningkatan. Dari tahun ke tahun teknologi jembatan di
Indonesia sebenarnya mengalami peningkatan yang cukup pesat sejalan dengan
kebutuhan prasarana transportasi darat dan air yang kian berkembang.
Hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan kelas beban rencana jembatan
mulai pada dekade 80an ini kelas beban rencana jembatan hanya dikenal satu kelas
yaitu BM 100% untuk jembatan permanen dan BM 70% untuk jembatan semi-permanen.
Mendekati akhir dekade 90an, mulai diterapkan BM 125% pada ruas-ruas jalan
tertentu.
I
Kebutuhan jalur navigasi yang melalui kolong jembatan pada beberapa sungai besar
menuntut adanya opening span yang cukup besar, telah juga
mendorong akan pemahaman teknologi perencanaan bangunan atas alternatif dan
pemahaman akan tingkat resiko tertabraknya struktur jembatan oleh kapal yang
lewat kolong jembatan yang lebih baik sangat diperlukan.
Pemahaman akan teknologi pembangunan jembatan ini dapat ditujukkan dengan
keberhasilan membangun jembatan khusus / strategis sebagai berikut :
�
Bentangan utama lebih dari 100 meteran yaitu :
o
Tipe Jembatan Rangka Baja adalah jembatan Kerasak (122,5m) dan Jembatan' Danau
Bingkuang di Riau
(120m).
o
Tipe Jembatan Prestressing Cantilever Box adalah Jembatan Rajamandala di Jabar
(132m), Jembatan Serayu Kesugihan di Jateng (128m), Jembatan Rantau Berangin di
Riau (121m).
o
Tipe Jembatan Balance Cantilever Concrete Box Girder adalah Jembatan
Tonton-Nipah (160m) dan Jembatan Setoko-Rempang (145m) di Batam.
o
Tipe Jembatan Pelengkung Baja adalah Jembatan Kahayan di Kalteng (150m) .
�
Bentangan utama lebih dari 200 meteran yaitu :
o
Tipe Jembatan Gantung adalah Jembatan Memberamo di Irian Jaya (235m) dan
Jembatan Barito di Kalsel (240m), Jembatan Mahakam 2 di Kaltim (270m).
o
Tipe Jembatan Cable Stayed adalah Jembatan Batam-Tonton di Batam (350m).
o
Tipe Jembatan Pelengkung Beton adalah Jembatan Rempang-Galang di Batam
(245m).
o
Tipe Jembatan Cable Stayed
terbaru
adalah Jembatan
Suramadu di Jawa Timur
(total
panjang 5.438m
dg main bridge 192+434+192 m).
Keberhasilan pembangunan jembatan khusus/strategis ini merupakan
prestasi yang
tidak kecil artinya bagi bangsa Indonesia.
Tantangan ke depan yang akan dihadapi dalam bidang jembatan di Indonesia adalah
pembangunan jembatan-jembatan besar yang menyeberangi sungai-sungai lebar dan
yang dapat menghubungkan pulau-pulau di nusantara ini sudah sangat dibutuhkan.
Hal ini dapat dilihat dari
rencana jaringan Asia (Trans Asian Highway) dan Tri Nusa
Bima Sakti yang akan menghubungkan Pulau Sumatera-Jawa-Bali menyeberangi Selat
Sunda dan Selat Bali, memerlukan pembangunan jembatan sangat panjang dengan
bentang utama diperkirakan 1000-3000m.
Penguasaan teknologi jembatan baik dari aspek peralatan, material maupun
analisanya mutlak dibutuhkan. Pembangunan jembatan di daerah perkotaan dengan
kondisi lahan yang terbatas dan volume lalu-lintas yang tetap operasional
menuntut diperlukannya peralatan dan metode konstruksi serta material yang baik
disamping teknologinya. Penggunaan dan penguasaan teknologi meterial yang kuat
dan ringan juga sangat diperlukan untuk pembangunan jembatan berbentang panjang.
Penguasaan teknologi jembatan ini sudah sewajarnya dikuasai oleh bangsa
Indonesia, sehingga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknik
jembatan harus tetap dilakukan.
3.
PERSOALAN TEKNIS JEMBATAN
Memperhatikan kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan terutama dimasa
krisis ekonomi yang dialami Indonesia tak kunjung berakhir. Persoalan-persoalan
teknis Jembatan secara umum dapat dijumpai sebagai berikut :
�
Informasi tetang kondisi jembatan di Indonesia yang kurang terbuka buat
Pemerhati Jembatan Indonesia, sehingga informasi tentang perkembangan teknologi
jembatan tak sampai ke pemakai.
�
Kemampuan Perencanaan teknis jembatan di daerah kurang mengikuti kemajuan
teknologi perencanaan baik untuk jembatan standar apalagi jembatan khusus.
�
Kegagalan bangunan jembatan, mulai dari penurunan & kerusakan oprit, pergeseran
& keruntuhan abutmen dan pilar, retak dan runtuhnya lantai jembatan, rusaknya
bangunan pelengkap jembatan, sampai dengan keruntuhan waktu, gerusan air,
gempa, longsoran, karat, dll, maupun disebabkan oleh manusia seperti : beban
berlebih, tabrakan, dll.
�
Pelaksanaan yang belum menguasai metocle konstruksi sesuai dengan perkembangan
teknologi peralatan dan material.
�
Perbaikan/rehabilitasi terhadap kerusakan pada jembatan kurang mengikuti
perkembangan teknologi material yang tepat untuk perbaikan.
�
Penguasaan teknologi perencanaan, metode pelaksanaan, peralatan, material/
bahan yang terbatas unluk pembangunan jembatan panjang, yang makin banyak
dibutuhkan saat ini.
4.
PENTINGNYA PEMBENTUKAN WADAH PARA PEMERHATI JEMBATAN INDONESIA
Memperhatikan kondisi saat ini dan tantangan pembangunan dan rehabilitasi
jembatan dimasa yang akan, maka perlu kiranya pembentukan wadah seperti misalnya
Lembaga untuk mengkaji Jembatan di Indonesia.
Maksud dan tujuan pembentukan WADAH para pemerhati Jembatan Indonesia:
�
Mewadahi keahlian dan kegiatan teknik professional di bidang teknik jembatan
yang akan mengkaji perkembangan teknologi dan keilmuan di bidang teknik jembatan
di Indonesia dengan melibatkan Masyarakat Jembatan Indonesia.
�
Memberi layanan informasi tentang jembatan dan perkembangan teknologinya di
Indonesia serta mempermudah interaksi antar masyarakat Jembatan Indonesia
melalui �Web Site Jembatan Indonesia�.
�
Memberi bantuan teknis untuk meningkalkan kemampuan pengembangan teknik jembatan,
di bidang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta rehabilitasi jembatan
�
Upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknik jembatan melalui
ahli teknologi dan pengetahuan khusus untuk pembangunan jembatan dalam
menghadapi tantangan pembangunan jembatan panjang dengan teknologi tinggi saat
ini.
1.
Memberikan layanan informasi tentang perkembangan teknologi dan keilmuan terbaru
bagi seluruh pemerhati Jembatan Indonesia khususnya dan bagi masyarakat umum
pada umumnya.
2.
Memberikan informasi tentang peraturan perundangan dan upaya pencapaian mutu
terkait dengan kegiatan Jembatan Indonesia.
3.
Memudahkan interaksi antara anggota pemerhati Jembatan Indonesia baik yang di
daerah dan di pusat untuk berbagi informasi dalam menghadapi permasalahan
jembatan di daerah masing-masing.
4.
Memberikan fasilitas diskusi dalam Forum Diskusi On-line bagi para anggota
pemerhati atau bila disetijui wadah ini disebut �Masyarakat Jembatan
Indonesia� (MJI) sekaligus sebagai forum
komunikasi
dengan para
tamu dan dengan
pakar jembatan.("BUKU
TAMU")
5.
Memberikan fasilitas bagi Fabrikan dan Supplier untuk memperkenalkan
perkembangan teknologi pembangunan dan bahan perbaikan terbaru di bidang
jembatan.
====================================
Tentunya kita,
yang terlibat dengan penyelenggaraan jembatan, pada tingkat manapun, harus lebih
berhati-hati dan lebih serius dalam menjalankan profesi kita masing-masing,
mulai dari tahap perencanaan, pembangunan maupun saat pemanfaatan termasuk
rehabilitasi/pemeliharaannya, sehingga fungsi jembatan dapat bertahan sesuai
umur rencana.
Menteri
PU melalui Permen 04/PRT/M/2009 Tanggal 16 Maret 2009 (pengganti Kepmen No.362/KPTS/M/2004)
menekankan setiap jajaran Direktorat Jenderal harus menetapkan Sasaran
Mutu sesuai dengan lingkup tugasnya.
-----------------------------------------
Dalam hal
terjadi permasalahan/kesulitan khususnya pada tahap perencanaan, Subdit Teknik
Jembatan siap membantu memberikan Advis Teknik kepada siapapun, baik jembatan yg
dibiayai dari Loan, APBN, APBD maupun Swasta.
Bila Anda Menjumpai Kesulitan, hubungi kami, kami siap membantu. (Subdit Teknik
Jembatan)
UNTUK
DIINGAT:
MUTU
KONSTRUKSI JEMBATAN DIMULAI DARI HASIL PERENCANAAN YG BERMUTU!
APAKAH ANDA MEMPUNYAI MASALAH DENGAN RANGKA JEMBATAN YANG DICURI?
SALAH SATU SOLUSINYA:
GUNAKAN
BAUT ANTI CURI (FASTENING SYSTEM)
DENGAN "MINIMUM FASTENER VALUE"
YANG TINGGI ( SHEAR & TENSILE) JUMLAH BAUT DAPAT LEBIH SEDIKIT
BERAPA
BANYAK JEMBATAN YG TELAH KITA BUAT BAGAIMANA DENGAN PEMELIHARAANNYA?
MASIH
SERING DIJUMPAI KESULITAN DALAM MELAKSANAKAN PEMELIHARAANNYA. MISAL JEMBATAN
TERLALU TINGGI/CURAM, SUNGAI ADA BUAYANYA, DLL
TELAH DICIPTAKAN OLEH SEORANG ANAK BANGSA (PEGAWAI BINA MARGA) SEBUAH
UNIT MOBIL PEMELIHARA JEMBATAN, SIAP MENJANGKAU TEMPAT2 TERSULIT,
MEMBERSIHKAN JEMBATAN DAN MENDETEKSI KERUSAKAN SECARA LEBIH AKURAT,DILENGKAPI
DENGAN:
1. GELAGAR PENGGANTUNG DARI
ALUMINIUM
2. GENERATOR SET
3. TANGKI AIR & PENYEMPROT AIR
BERTEKANAN TINGGI, DLL
KAMI SIAP MEMBANTU MEMBUATKAN UNIT
MOBIL TERSEBUT, MULAI DARI USULAN BIAYA PEMBUATAN + PENGIRIMAN LENGKAP DENGAN
MANUAL PEMAKAIANNYA DAN PELATIHAN OPERATORNYA DI SELURUH INDONESIA [INFO LENGKAP
SMS: 0812.8910.7224]
GUNUNG MERAPI DAN BANJIR LAHAR DINGIN -
FEBRUARI 2011
[Lihat foto2 lahar dingin
status Desember 2011 -
KLIK DISINI]
Penanganan akibat banjir
lahar dingin difokuskan pada lokasi jalan Nasional yang sering terputus setiap
hari hujan pada luapan sungai Kaliputih, sebagaimana terlihat pada beberapa foto
berikut:
Disamping itu juga memberikan bantuan perencanaan terhadap
jembatan2 jalan kabupaten dan jalan desa yg putus akibat diterjang banjir lahar
dingin yg jumlahnya lebih dari 20 buah, di seputar gunung Merapi meliputi
kabupaten Magelang, Sleman dan Boyolali. Bererapa jembatan yg runtuh terlihat
pada foto2 berikut ini:
ADAKAH YG PUNYA KOLEKSI UANG [DUNIA] YG BERGAMBAR
JEMBATAN?
LENGKAPILAH KOLEKSI DI BAWAH INI...KIRIMKAN FILENYA KE
KAMI
25 Rupiah Indonesia '69 Jbt. Ampera
Indonesia baru punya satu, yaitu Jembatan Ampera Palembang. Mudah-mudahan
kedepan dapat kami memberi masukan beberapa jembatan di Indonesia untuk dipakai
sebagai backgound mata uang Indonesia.SERI MATA UANG DARI SELURUH DUNIA YG
BERGAMBAR JEMBATAN SELENGKAPNYA
KLIK DISINI
DAN INILAH MIMPI KITA KEDEPAN, SEBUAH JEMBATAN SELAT
SUNDA
MENGHUBUNGAKAN PULAU JAWA DENGAN PULAU SUMATERA
PANJANG TOTAL SEKITAR 27 - 30 KM
Salah satu gambar ilustrasi Jembatan Selat Sunda, usulan dari salah satu persh.
swasta Indonesia.
Tahun berapa dapat terealisir? Sebagai gambaran, pembangunan
jembatan bentang panjang di Jepang mulai dari gagasan sampai terlaksana dapat
memakan waktu sekitar 25 - 30 tahun.
Doa kita bersama untuk kesuksesan program pembangunan Jembatan Selat Sunda.
BEBERAPA
BERITA JEMBATAN SELAT SUNDA SEPANJANG TAHUN 2010
1. Insentif untuk Anak Perusahaan Artha Graha
Selasa, 16 Februari 2010 | 07:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com
- Anak usaha kelompok bisnis Artha Graha, PT Bangungraha Sejahtera Mulia atau
BSM, diusulkan menjadi pemrakarsa pembangunan Jembatan Selat Sunda karena
dianggap sudah lebih maju dibandingkan calon investor lain dalam pembuatan
desain proyeknya.
Sebagai pemrakarsa, PT BSM akan memperoleh berbagai fasilitas dalam tender
nanti.............
2. Presiden Tawarkan Jembatan Selat Sunda
Jumat, 16 April 2010 | 08:15 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
JAKARTA, KOMPAS.com
— Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menawarkan skema kerja sama pemerintah dan
swasta untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan
Sumatera. Jembatan sepanjang 31 kilometer ini butuh dana lebih dari Rp 100
triliun.
Presiden Yudhoyono mengemukakan hal itu saat membuka Asia Pacific Ministerial
Conference on Public Private Partnership for Infrastructure Development 2010,
yang dirangkaikan dengan pameran dan konferensi Infrastruktur Asia 2010 di Arena
Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/4/2010).............
3. Menteri PU Bentuk Pokja Kaji Jembatan Selat Sunda
Kamis, 15 April 2010 | 16:41 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com -
Rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) terus bergulir.
Pemerintah optimistis dalam waktu empat tahun ke depan pengerjaan jembatan yang
menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra itu bisa dimulai.
Karena itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto membentuk sebuah kelompok
kerja untuk mengkaji lebih dalam pembangunan jembatan Selat Sunda.........
4. Studi Kelayakan Lancar, Jembatan Selat Sunda Dibangun Awal 2014 Bakal Jadi Ikon Negara
Seperti Golden Bridge AS
Sabtu, 27 November 2010 , 00:00:00 WIB
Meski
masih menunggu hasil feasibility study, Kementerian Pekerjaan Umum (PU)
berharap mega proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) bisa jadi ikon negara seperti
Golden Gate Bridge di San Fransisco, Amerika Serikat dan Sydney Harbour
Bridge, Australia. Hal itu diutarakan Wakil Menteri PU Hermanto Dardak di
Jakarta, kemarin.
Menurutnya, saat ini proyek tersebut masih masuk dalam
tahap konsep feasibility study (FS). Diharapkan tahun depan FS nya bisa
bergerak ke lapangan sehingga pembangunannya bisa dimulai awal 2014.........
[LOKASI DEKAT DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN JEMBATAN SELAT SUNDA, SEKITAR 25 KM]
REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG--Aktivitas kegempaan dan
letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berfluktuatif hingga Rabu (15/12).
Gunung yang berada di perairan Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatra ini,
belum bisa dikatakan menurun atau meningkat intensitasnya.
“Aktivitasnya masih berfluktuasi, naik-turun,” kata Kepala Pos Pemantau GAK di
Desa Hargopancoran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Andi Suwardi
kepada Republika, Rabu (15/12).
Ia mengatakan sampai saat ini GAK belum bisa dikatakan menurun aktivitasnya.
Kondisi seperti ini, kata dia, sudah terjadi sejak setahun lebih.......
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Menteri Perhubungan Freddy Numberi
berjanji untuk memperbaiki standar operasional kapal feri.
“Ya kita akan cek soal regulasi, ada updating yang baiklah,
kira-kira mana SOPnya,” kata dia usai menjemput Presiden SBY
di Bandara Halim Perdanakusumah, Ahad (30/1).
Menurut Freddy, hingga kini proses penyelidikan KMP Lautan
Teduh II masih terus berjalan. “Proses terus berjalan dari
bareskrim,” kata dia. Bahkan sekarang, menurutnya, pihaknya
sudah mulai mengecek kapal karena ada kebakaran. Pengecekan
itu dilakukan oleh laboratorium polisi, untuk mengetahui
apa penyebabnya.
Sebelumnya, Freddy juga telah mengatakan bahwa KMP Lautan
Teduh II sebenarnya baru turun dok sehingga kondisinya
seharusnya baik. Kebakaran pada Jumat lalu itu diduga dipicu
oleh api dari salah satu bus di dalam kapal. Pemeriksaan
sebelumnya juga telah dilakukan oleh Komite Nasional
Keselamatan Transportasi (KNKT).
28 Januari
03.19 WIB KMP. Laut Teduh 2 milik PT. Bangun Putra Remaja berangkat dari
Dermaga 1 Merak
03.29 WIB. Nahkoda
melaporkan kepada administrasi pelabuhan bahwa ada api di dek tempat mobil
diangkut. Pelabuhan menanyakan posisi KMP. Laut Teduh 2 dan dijawab posisi kapal
sebelum Pulau Tempurung. Administrasi langsung menginformasikan dan meminta
kapal-kapal yang terdekat, yang akan berangkat ke Bakauheni untuk memberikan
bantuan darurat ke KMP. Laut Teduh 2.
Kapasitas penumpang 567 orang terdiri dari penumpang 535 orang dan ABK 32
orang. Jumlah penumpang yang berhasil di evakuasi 458 orang, terdiri dari yang
selamat 427 orang (termasuk 31 awak kapal), korban meninggal dunia 13 orang.
Jumlah kendaraan yang diangkut: 93 unit
Semua penumpang dan awak kapal sudah dievakuasi selanjutnya kapal dikandaskan di
posisi perairan Anyer Cigading. Korban yang meninggal dan mengalami luka dibawa
ke rumah sakit Krakatau Steel dan rumah sakit Panggung Rawi.
PERSIAPAN UJI ANGIN JEMBATAN TUKAD UNDA BALI
DILAKSANAKAN DI UNIT PELAKSANA TEKNIK - LABORATORIUM
AERODINAMIK, GASDINAMIK DAN GETARAN ( UPT - LAGG ) BPPT - SERPONG
Dengan Pengujian Angin Dinamik untuk memperoleh
konstruksi jembatan yang tahan terhadap hembusan angin, tidak runtuh
pada kondisi angin seperti apapun termasuk kondisi flatter.
Tim Subdit Jembatan, Dit. Bina Teknik dan Model
Jembatan Tukad Unda yang akan diuji.
Di dalam terowong angin bersama Dr. Ir.
Fariduzaman, MSc dari LAGG - BPPT - Serpong
SISTEM LANTAI BAJA ORTHOTROPIC
SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTIAN LANTAI JEMBATAN
SubditTeknik
Jembatan-Direktorat Bina Teknik telah merencanakan dan mengaplikasikan
sistem lantai baja orthotropic dengan
permukaan aspal di
atasnya. Walaupun biaya konstruksinya lebih mahal, tetapi struktur
lantai jembatan menjadi lebih ringan,
instalasi di lapangan
cukup cepat dan mudah, kontrol mutu pelaksanaan lebih terjamin karena
dirakit di pabrik sehingga sangat
cocok diterapkan pada
jembatan dengan volume lalu lintas yang cukup tinggi. Secara teknis,
penggantian lantai konvensional
dengan sistem lantai
orthotropic dapat meningkatkan faktor keamanan dan tentu pada
akhirnya akan memperpanjang umur jembatan.
Lapisan permukaan
lalu lintas (wearing course) menggunakan lapisan AC/WC untuk
kenyamanan pengguna, sebagai pengikat
antara pelat baja
orthotropic dengan lapisan AC/WC menggunakan material lapis tipis
membran antar permukaan (lastima).
Untuk memberikan
sifat kedap air perlu dipertimbangkan penggunaan waterproofing.
Saat ini sistem lantai baja orthotropic
sudah diaplikasikan
pada Jembatan Rangka Baja Sipait (bentang 2 x 37 m) di Jalur
Pekalongan-Pemalang (Jawa Tengah) dan sudah
dibuka untuk
lalu-lintas pada tanggal 30 Desember 2010. Kinerja jembatan setelah
dilakukan perbaikan menunjukkan superior
dari aspek lendutan
dan suara kendaraan pada saat melintas jembatan.
KEBAKARAN
PASAR DI BAWAH JEMB. LAYANG PULO-BRAYAN MEDAN
Tanggal 18-01-2011 telah terjadi kebakaran pasar di
bawah jembatan layang Pulo Brayan Medan, yang juga membakar konstruksi
jembatan layang
Tim Subdit Jembatan, Dit. Bina Teknik melaksanakan
penelitian terhadap kerusakan beton pada jembatan layang tersebut.
Alat pengetesan menggunakan peralatan milik Subdit
Jembatan, antara lain menggunakan Schmidt Hammer Test dan Ultrasonic
Pulse Velocity (UPV)
Dan ada beberapa lagi alat2 penting untuk mendeteksi
kerusakan jembatan yg dimiliki; Subdit Teknik Jembatan al Covermeter,
Deflection Testing dan Vibrometer berikut ini:
Bagi yg ingin meneliti kondisi kerusakan jembatan di
daerah Anda, kami siap membantu.
DISEMINASI PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN TAHUN 2011
Pelaksanaan acara "Bimbingan Perencanaan Teknis Jembatan "
di hotel Great Western Serpong lengkap dengan kunjungan ke pabrik perakitan jembatan rangka baja dan pabrik galvanising
pelat baja, tgl 12 sd 15 April 2011
Pelaksanaan acara "Bimbingan Perencanaan Teknis Jembatan "
di hotel Grand Legi Mataram lengkap dengan kunjungan ke lapangan, yaitu pninjauan jembatan beton prestress dan jembatan
rangka baja , tgl 26 sd 29 April 2011
LOADING
TEST 5 JEMBATAN RANGKA BAJA PAPUA 2011
Fabrikator : PT Bakrie Metal Industries
Pelaksana Testing : PT Karunia Berca Indonesia (KBI)
Cilegon
ATAS: Persiapan Pengujian
BAWAH: Kunjungan Pelaksanaan Pengujian Loading Test -
KBI Cilegon
Jembatan Kukar runtuh, Presiden perintahkan
investigasi
Senin, 28 November 2011 13:02 WIB | 2066 Views
Pencarian Korban Tim SAR melakukan
penyisiran di sepanjang lokasi ambruknya Jembatan
Kartanegara di Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara,
Kalimantan Timur, Minggu (27/11) (FOTO ANTARA/Amirullah)
()
Bogor (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
memerintahkan aparat terkait untuk menginvestigasi insiden runtuhnya
Jembatan Kartanegara di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai
Kartanegara, Kalimantan Timur, dan memastikan insiden serupa tidak
terjadi lagi.
"Cegah jangan sampai ada bencana lagi, kemudian lakukan
investigasi," kata Presiden saat melakukan komunikasi jarak jauh
dengan sejumlah pejabat daerah Kalimantan Timur dalam acara Hari
Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Bukit Merah
Putih, Sentul, Citeureup, Bogor, Senin.
Yudhoyono meminta pemerintah daerah setempat juga bertindak cepat
dalam upaya menyelamatkan dan mencari korban.
Dia juga meminta semua pihak untuk bekerjasama memulihkan kegiatan
sosial ekonomi masyarakat setempat.
Sementara itu, satu orang korban Jembatan Kartanegara di Kota
Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang
runtuh telah ditemukan pada Minggu malam.
Kepala Sub Bidang Penanggulangan Bencana pada Kantor Kesbang Linmas
Kutai Kartanegara, Herlambang, Senin dinihari, membenarkan temuan
satu korban korban runtuhnya Jembatan Kartanegara tersebut.
"Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi ambruknya jembatan
sekitar pukul 21.30 WITA," ungkap Herlambang.
Data pada Posko Orang Hilang Ambruknya Jembatan Kartanegara di
Tenggarong Kutai Kartanegara hingga Minggu malam tercatat 33 orang
dilaporkan masih hilang oleh keluarganya.
Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu sekitar pukul 16.30 WITA
runtuh dan saat kejadian kondisi lalu lintas cukup ramai.
Jembatan Kartanegara adalah jembatan yang melintas di atas Sungai
Mahakam yang menghubungkan Kota Samarinda dengan Tenggarong. Bentang
bebasnya, atau area yang tergantung tanpa penyangga mencapai 270
meter dari total panjang jembatan sekitar 710 meter.
Jembatan yang diresmikan pada 2001 tersebut merupakan sarana
penghubung utama Kota Samarinda dengan Kecamatan Tenggarong
Seberang, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi
Kalimantan Timur. Jembatan ini dibangun menyerupai Jembatan Golden
Gate di San Francisco, Amerika Serikat.
(ANT)
Editor: AA Ariwibowo
Tribun Kaltim/Dwi Ardianto Jembatan
Mahakam yang melintasi Sungai Mahakam dan membentang antara Kota
Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar),
Kalimantan Timur, Sabtu (26/11/2011) sore runtuh. Jembatan yang
dibangun tahun 1995 dengan panjang total 710 meter tersebut
merupakan salah satu penghubung penting jalur lintas darat
Tenggarong dengan Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam
peristiwa tersebut.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum
mengklaim bahwa pengawasan terhadap Jembatan Gerbang Dayaku Kutai
Kartanegara bukan merupakan tugas dari kementerian tersebut. Hal ini
karena jembatan tersebut merupakan milik dari Kabupaten Kukar. Oleh
karena itu, Pemkab Kukar yang memiliki kewenangan untuk mengawasi
fasilitas seperti jembatan itu di daerahnya.
"Kalau miliknya daerah kita tidak bertugas di situ. Kalau kita
mengawasi yang bukan milik kita, kita bisa diusir. Ini bukan
dilimpahkan (tanggung jawabnya) tapi karena ini miliknya Pemda,"
jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan
Umum, Djoko Murjanto di Jakarta, Senin (28/11/2011).
Selain itu, Djoko menyebut, terkait pemeliharaan jembatan itu
juga merupakan tanggung jawab Pemkab Kukar bersama kontraktor yang
disewakan saat ini. Kementerian PU sebatas memberikan
masukan-masukan mengenai pemeliharaan jika diperlukan. "Karena ini
kepemilikannya adalah Kabupaten Kukar maka pemeliharaannya juga oleh
Pemkab dan ini sudah dilakukan secara rutin. Setiap tiga tahun
sekali," jelasnya.
Dalam pemeliharaan itu, kata Djoko, Pemkab Kukar bekerja sama
dengan perusahaan kontraktor yang berbeda, bukan dengan PT Hutama
Karya, kontraktor pembangun jembatan. "Ada kontraktor lain yang
dikontrak untuk melakukan pemeliharaan," kata Djoko.
Di sisi lain, Djoko menyebut, meskipun PT Hutama Karya tak lagi
bertanggung jawab terhadap perawatan, mereka masih tetap bisa di
pertanyakan pertanggungjawabannya dalam konstruksi awal dibangunnya
jembatan. "Ada tanggung jawab kontraktor terhadap konstruksi dan
pemeliharan, dimana masa pemeliharaan setelah konstruksi biasa 1
atau 2 tahun saja. Tapi, jaminan terhadap konstruksinya 10 tahun.
Jadi mereka masih bisa dimintai pertanggungjawaban," katanya.
Dahlan: BUMN Tak Terkait Jembatan Runtuh
Hutama Karya merupakan perusahaan yang membangun
jembatan Kutai Kartanegara.
Senin, 28 November 2011, 12:50 WIB
Syahid Latif, Iwan Kurniawan
Jembatan Kutai Kartanegara runtuh (REUTERS/Rizal Adi
Nugroho)
VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) menegaskan pengelolaan jembatan Kutai Kartanegara telah lama
diserahkan kepada operator pengelola swasta. Proyek jembatan
tersebut sebelumnya dibangun salah satu BUMN konstruksi, PT Hutama
Karya.
"Soal pemeliharaan sudah diserahkan kepada pihak swasta," kata
Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Senin, 28 November 2011.
Menurut Dahlan, dengan penyerahan pengelolaan tersebut, runtuhnya
jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur kini tidak ada lagi
kaitannya dengan Hutama Karya.
Sebelumnya, Dahlan menegaskan pihaknya tidak akan memanggil
manajemen Hutama Karya terkait musibah runtuhnya jembatan tersebut.
Perusahaan dianggap telah menyerahkan pengelolaan kepada Kementerian
Pekerjaan Umum dan dikerjakan oleh pihak swasta.
Saat disinggung bahwa jembatan tersebut seringkali ditabrak oleh
kendaraan yang melintas, Dahlan mengatakan data-data mengenai
kondisi jembatan itu kemungkinan dimiliki oleh Kementerian Pekerjaan
Umum.
Seperti diketahui, Jembatan Kutai Kartanegara ambruk pada Sabtu, 26
November 2011. Musibah ambruknya jembatan gantung terpanjang di
Indonesia itu menyebabkan beberapa korban tewas dan luka-luka serta
menenggelamkan kendaraan yang kala itu sedang melintas. (art)
Foto Jembatan Mahakam Runtuh
– Berita runtuhnya Jembatan Kutai
Kartanegara atau Jembatan Mahakam pada sore
tadi tentu saja membuat kita semua kaget.
Jembatan yang baru selesai dibangun pada
tahun 2002 tersebut ternyata tidak berumur
lama, hanya sanggup bertahan 9 tahun setelah
sore tadi sekitar pukul 16.30 WITA ambrol
dengan menenggelamkan banyak mobil dan para
pengunjung yang memang ramai untuk menikmati
pemandangan dari atas jembatan.
Jembatan yang dibangun menyerupai ‘Golden
Gate’ di San Francisko tersebut merupakan
jembatan gantung terpanjang di Indonesia.
Jembatan ini merupakan sarana penghubung
antara Kota Tenggarong dengan kecamatan
Tenggarong Seberang yang menuju ke Kota
Samarinda. Inilah
foto Jembatan Kutai Kartanegara
Runtuh
PEMBINA
JEMBATAN DI INDONESIA:
Kementerian Pekerjaan Umum (Menteri: Ir. Djoko
Kirmanto, Dipl.HE.)
Wakil Menteri PU: Dr. Ir. A Hermanto Dardak, M.Sc
Direktorat Jenderal Bina Marga (Dirjen:
Ir. Djoko Murjanto, M.Sc)
Direktorat Bina Teknik (Direktur: Ir.
Purnomo)
Sub Direktorat Teknik Jembatan (Kasubdit:
Ir. Iwan Zarkasi, MEngSc)
Jl. Pattimura No. 20
- Gd. Bina Marga Lt.6 - Kebayoran Baru - Jakarta - Indonesia 12110
Telp. (62-21)726.8995 Fax. (62-21)739.6421
====================================
Admin:
Dr. Ir. Sudaryono, MM - 62.852.8445.9419
- 62.812.8910.7224
Ingin perbaiki lantai jembatan beton yang rusak? Gunakan metode precast. Hubungi
kami:
------------------
BUKU BARU
1. PROBLEM SOLVING BIDANG JEMBATAN
Buku ini merupakan kumpulan kasus-kasus/permasalahan pada tahap pelaksanaan dan
tahap operasional jembatan yang diakibatkan oleh kondisi alam maupun akibat
pemanfaatan (414 halaman) ISBN 978-602-97229-0-1
2.PANDUAN PENANGANAN PRESERVASI JEMBATAN
Buku ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman penanganan
preservasi jembatan (207 halaman) ISBN 978-602-97229-3-2
3. PERENCANAAN TEKNIK JEMBATAN
Buku ini membahas hal-hal pokok dalam perencanaan jembatan baik untuk
perencanaan bangunan atas, bangunan bawah, pondasi dan bangunan pelengkap (198
halaman) ISBN 978-602-97229-2-5
4. MANAJEMEN ASET, PERENCANAN & PELAKSANAAN JEMBATAN:
PERENCANAAN DAN APLIKASINYA
Buku ini membahas konsep penyelenggaraan jembatan dimulai dari konsep
perencanaan, teknik pengadaan dan penetapan rencana penanganan hingga
pelaksanaan(318 halaman) ISBN 978-602-97229-1-8
Jembatan merupakan bagian dari Ruas Jalan. Oleh karena
itu, kami sajikan berdampingan seluruh referensi tentang yg kami terbitkan
terkait dengan Teknik Jalan dan Teknik Jembatan sbb:
Diseminasi Dasar2 Perencanaan/ Pelaksanaan dan Pengawasan Teknik Jembatan,
Perencanaan Preservasi Jembatan dan Workshop Expert System Preservasi Jembatan.
Peserta dari internal para Satker di Ditjen Bina Marga dan staf Dinas Bina Marga
pada regional yg dipilih, serta staf Dinas PU/Bina Marga Kabupaten/Kota pada
provinsi dimana Diseminasi/ Pelatihan diselenggarakan.
1. Yogya: Mei
2010
2. Kendari:
Juni 2010
3. Padang:
Juli 2010
4. Pontianak:
Agust 2010
5. Jayapura::
Okt. 2010
6. Batam:
akhir Nov'10
Awal Nov'10 Balai IX Maluku telah menyelenggarakan juga dengan biaya sendiri.
Dan pertengahan Nov'10 Subdit Bahan Jembatan juga telah mengadakan pelatihan di
Pekanbaru
DISEMINASI DAN SOSIALISASI PELATIHAN INSPEKTOR JEMBATAN TAHUN 2011
Rencana akan diadakan lanjutan
kegiatan tahun sebelumnya dengan peningkatan materi yg pernah ada, meliputi
Perencanaan Teknik Jembatan, Pelatihan Inspektor Pengawas Pekerjaan Pemasangan
Jembatan dan Penanganan Preservasi Jembatan.
Masih tentatif, kota tempat
penyelenggaraan antara lain di Bekasi, Serang, Medan, Batam, Bandung, Surabaya,
Bali, Banjarmasin, Manado dan/atau Jayapura.
Mudah2an dapat cepat kami mulai penyelenggaraanya. Ada
masukan, sampaikan kepada kami, akan kami respon dengan senang hati.
PELAKSANAAN:
Dan
Pelaksanaan Perdana telah berhasil dengan sukses, dengan acara "Pelatihan
Inspektor Jembatan" di hotel Horison Bekasi lengkap dengan kunjungan ke pabrik
perakitan jembatan beton, pabrik prestress jembatan beton dan pabrik galvanising
pelat baja, tgl 22 sd 25 Maret 2011
SELINGAN
KEMBANGKAN SEBAGIAN UANG ANDA DISINI
INVESTASI VIA INTERNET DG UANG RUPIAH
CUKUP SEKALI SETOR
200rb - dst, PROFIT
4%/hari SD 6%/hari DLM 60 HARI DITRANSFER LANGSUNG KE REKENING BANK ANDA TIAP 5, 3 ATAU 2 HARI SEKALI